Langsung ke konten utama

Sinopsis Cerita Pendek : Keberanian Paman Belalng

TUGAS BAHASA INDONESIA
Sinopsis Cerita Pendek
Keberanian Paman Belalang

Di sebuah desa hiduplah beraneka ragam serangga. Setiap malam mereka berpesta bersama, kecuali seekor belalang yang selalu hidup menyendiri, karena ia malu telah kehilangan salah satu kakinya. Saat Lodi dan Roro sedang berjalan-jalan di tepi sungai, mereka melihat Paman Belalang sedang membuat sebuah perahu. Paman Belalang lalu mengajak Lodi dan Roro menyusuri sungai menggunakan perahu miliknya.
Tiba-tiba mereka mendengar percakapan kedua kodok yang berencana untuk merusak pesta desa serangga. Paman Belalang segera kembali ke desanya dan menceritakan rencana jahat kodok kepada serangga lain. Kemudian, Paman Belalang memerintahkan bahwa nanti malam tidak usah menggelar pesta.

Ketika malam hari tiba, kedua ekor kodok hitam itu muncul di desa. Dengan cepat Bapak Laba-laba menjatuhkan jaring besarnya tepat di atas kodok dan kedua kodok itu pun terperangkap. Akhirnya, mereka menyerah dan meminta maaf kepada para serangga dan pergi meninggalkan desa itu. Kakek Cacing mengucapkan terima kasih kepada Paman Belalang yang sudah menyelamatkan desa. Sejak saat itu, Paman Belalang tidak menjadi pemurung lagi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Tips Ini Harus Lo Persiapkan sebelum Studytour!

Yakin, udah 100% persiapannya? Barangkali, tips ini bisa bantu memantapkan persiapan lo menjelang studytour. Happy Vacation gaes! You can find out: 1.        Paradox of My Heart  – sebenarnya lebih ke curhat: confused to decided "yes or no" – 2.     Tips How to Get A Great Journey  (It’s supposed to anybody especially the students who want to get on unbelievable study tour) http://www.igaptravelguide.com Sempat Nggak Akan Berangkat Studytour padahal Uang Kontribusi Udah Lunas Mungkin lo akan berpikir, “konyol banget nih anak, minta dihujat netijen” atau “dasar remaja labil tingkat dewa, buang-buang duit ortu aja, lo” serta “emang cari uang tinggal dipetik apa” hingga komentar bernada radikal seperti, “daripada kagak guna kan bisa buat bikin istana di kayangan” dan masih banyak lagi curcolan kaum X, Y, Z. Apa susahnya si tinggal packing, berangkat,  enjoy the journey , dan pulang dengan selamat? Yah, disini gue ...

5 Alasan Lo Harus Baca Buku Thriller-Detektif. Yang ke-5, Diluar Dugaan!

Assalamualaikum, Fellas aka makhluk Tuhan yang (insyaallah) dirahamati Allah #asek. So, kali ini gue bakal kasih tau kenapa lo harus coba baca buku detektif yang juga memuat unsur thriller di dalamnya. Masih nggak yakin? Ragu-ragu kalau nggak sebagus kisah picisannya Romeo-Juliet? Enggak sesuai sama style lo? Novelnya kurang femes? Serem? Susah dimengerti? (Mungkin) ada +- 99 alasan lo seneb atau nggak tertarik sama bacaan bergenre thriller. Tetapi tenang aja, lo sudah berada di jalan yang lurus dengan membaca artikel ini. Key, gue akan ubah mindest lo menjadi kaum pencinta thriller-detektif! exploringcrime.files.wordpress.com 1. Menantang Otak untuk Berpikir Kritis First impression setelah gue membaca novel thriller adalah stunning. Author buku tersebut pasti cerdas banget dalam membuat plot dengan ending  twist yang benar-benar bakal mengasah otak lo, tapi tanpa adanya paksaan. (yang jelas nggak kaya memecahkan soal kalkulus A level) Pernah nggak sih lo berkomuni...

Naskah Drama Bahasa Jawa : Angling Dharma

Naskah Drama Angling Dharma ADEGAN I Prabu Anglingdarma, putra saka Dewi Pamesthi karo Astradarma Ratu saka Yawastina. Pramesthi kuwi putri Prabu Jayabaya, raja saka kraton Mamenang Kediri. Sawise dadi garwa raja Yawastina, Pramesti banjur di boyong menyang Yawastina. Sawijining dina, Pramesthi diangslupi Bathara Wisnu, lan ndadekake dheweke ngandhut. Prabu Astradarma duka ngerti kahanan mau, lan ora nampa katrangane Pramesthi. Dheweke ditundung lunga saka kraton. Banjur mulih neng kratone bapake. Prabu Astradarma       : “Dinda, apa bener yen kowe lagi ngandhut?” Pramesthi                     : “Kula nyuwun ngapunten, Gusti. Leres menawi kula taksih ngandhut.” Prabu Astradarma        : “Sapa kang ndadekake kowe ngandhut?” Pramesthi               ...